Setelah batik ditetapkan sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia oleh United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO), sebagian perempuan ingin sekali berpenampilan menarik dengan batik.
Baju batik dan kain batik memerlukan perawatan khusus supaya tetap terlihat bagus dan cantik sepanjang waktu. Berikut tips merawat kain batik agar tetap terjaga kecantikannya.
Gunakan sabun mandi dan kulit jeruk
Jika batik Anda terkena noda seperti makanan, maka Anda dapat menghilangkannya dengan mengusapkan sabun mandi secukupnya dan kulit jeruk pada bagian yang terkena noda saja. Kemudian bilas dan jangan peras terlalu keras.
Jangan menyikat batik
Hal ini dapat mengakibatkan warna dan tekstur batik lama kelamaan akan pudar. Kalau sekiranya tidak terlalu kotor, cukup dicuci dengan air hangat.
Ketahui teliti teknik setelah pencucian.
Hal fatal kedua setelah tahap pencucian kain batik yang perlu kita perhatikan adalah proses setelahnya seperti saat kita menjemur, rentangkan kain batik agar tidak ada bagian terlipat.
Hindari penyemprotan wewangian secara langsung
Sebaiknya jangan diberi pewangi dan pelembut kain di batik tulis. Jika ingin memakai pewangi atau parfum jangan disemprotkan secara langsung terutama di kain batik sutra.
Jangan disimpan di tempat lembab
Untuk penyimpanan ini, taruhlah batik di dalam plastik pakaian agar terhindar dari kutu busuk dan rayap. Jangan memberi kapur barus karena dapat merusak kain batik.
Taruhlah merica yang telah dibungkus tisu untuk mengusir serangga yang mengganggu. Jika Anda pengoleksi kain batik seringlah dikeluarkan dari almari untuk diangin-anginkan 2-3 menit.
Proses penyetrikaan
Dalam hal penyeterikaan batik, sebaiknya jangan menyetrika secara langsung. Berikan alas kain putih di atas kain batik yang akan disetrika.
sumber: ocimnet
Jumat, 29 April 2011
Tips Agar Batik Anda Tahan Lama
Kamis, 24 Maret 2011
Minggu, 20 Maret 2011
Cara Mudah Memilih Kemeja Batik
Kamis, 02 September 2010
Proses Pembuatan Batik Madura
Proses pertama adalah: Kain Mori putih direndam dalam air bercampur minyak dempel dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Direndam untuk satu hingga dua minggu.
Kedua: Dicuci. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik.
Ketiga: Setelah kain kering, proses peng-kanji-an dimulai. Bahan yang digunakan adalah sagu dari Ubi Kayu, Karena lebih menyerap ke dalam serat kain.
Keempat: Penggambaran pola pada kain. Sketsa motif yang akan dibatik mulai digambarkan pada kain yang telah dikanji ini.
Kelima: Pemakaian malam pada kain mulai dilakukan melalui proses diisen, dikurik, dan atau ditembok.
Keenam: Pewarnaan kain batik. ini bisa berlangsung hingga dua kali. Namun untuk kain batik genthongan proses pewarnaannya bisa lebih lama karena proses pewarnaannya dilakukan dengan cara di rendam dalam wadah gentong selama berbulan-bulan bahkan sampai dengan tahunan. Karena semakin lama proses perendaman dilakukan, warna kain akan semakin pekat dan melekat kuat pada kain selama puluhan tahun kedepan tanpa mengalami penurunan kualitas warna selama proses perawatan dan penyimpanan-nya sesuai dengan yang di anjurkan.
Proses Ketujuh: Kain batik tersebut akan dilorot. Yaitu untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, caranya dengan memasukan kain ke dalam air mendidih.
Setelah itu Penyikatan pada kain batik agar warna dapat melekat kuat yang kemudian diikuti dengan proses penjemuran di bawah terik matahari.
sumber : savirabatik.com
Sabtu, 14 Agustus 2010
Kenapa Membeli Kain Batik?
- - Memiliki kain adalah bentuk termurni dari kesenangan kita terhadap batik Indonesia.
- - Dari Kain Batik, Anda bisa menciptakan kreasi pakaian apapun yang Anda mau, Baju, Gamis, Celana, Rok, Tas, dll sesuai dengan gaya Anda.
- - Sebagai investasi.Sejak dulu, para orangtua kita memiliki kain yang disimpan untuk diberikan kepada anak atau cucunya. Dan setelah tahunan memiliki nilai yang lebih.
Sumber :Batik Indonesia
